Puisi Cinta Rindu Romantis Buat Pacar Terbaru 2017

Puisi Cinta Rindu Romantis Buat Pacar Terbaru 2017 - Tak akan asing lagi bagi anda yang sering berlalu lintas di internet dari status-status facebook,google+,bahkan dari twitter juga ada,apalagi sekarang mudahnya membuat situs gratis yang di sediakan google yakni blogger yang bisa anda buat dengan cuma-cuma,anda disana bisa menuangkan ide pemikiran anda,mulai dari puisi,tips,kata mutiara bijak,bahkan ide-ide cemerlang anda yang akan menjadi inspirasi buat orang lain.

Nah disini kita akan berbagi tentang puisi cinta yang romantis buat pacar anda,semoga dapat menjadi inspirasi anda dan dapat mewakili anda dalam hal percintaan,ssetidaknya pacar anda atau kekasih anda akan merasa senang dan akan tau bahwa anda sedang merindukannya,namun ada sebagian orang yang tidak begitu suka dengan puisi,maka dari itu kita nanti akan buat juga Puisi Cinta Lucu biar sedikit ada hiburannya,selain lucu juga dapat menyehatkan,kan aya paribasana,'tertawa itu sehat'...hhehehe

Yup mari kita simak saja langsung, namun puisinya tanpa judul, silahkan saja pakai judul sesuai keinginan anda,,hehehe :


Pernahkah kau bayangkan...
Rangkaian mimpi yang aku pahat di temaram langit
Adalah wujud rinduku yang luruh dalam keheningan
Dan tenggelam bersama senja

Pernahkah kau bayangkan....
Di setiap rentang waktu yang riuh
Di mana selalu aku rekat erat binar matamu
Di mana selalu aku titipkan harap disana
Dalam desahan angin dan gemericik gerimis senja

Pernahkah kau bayangkan....
Pada kelopak mawar di sudut taman
Dan jernihnya embun yang menitik di atasnya
Aku sampaikan kerinduan yang membara padamu

Rindu akan belaian kasih sayang darimu
Disetiap tarikan nafasku
Telah aku lukis wajah cintamu di kanvas hatiku
Sebagai bukti rasa cintaku padamu



Aku jatuh
Saat aku tak beranjak
Menghantarkan hasrat
Menuju muara
Hati yang berselimut kehati-hatian

Aku jatuh
Saat aku tak terjaga
Menatap cakrawala
Menyulam indah
Dua mata dalam tatap curiga

Aku jatuh
Dalam diriku sendiri
Saat aku tak bisa meniti jalanku
Hatiku
Pada Diriku Sendiri



Di Mihrob cinta-Mu, aku berdiri
Kedua belah tanganku membuka takbir sejati
Melafazkan ayat-ayat cinta atas hamba dan makna keperkasaan-Mu

Hatiku terbuka mengikuti ayat-ayat-Mu
Meminta petunjuk agar sanggup menyeberangi jawaban waktu
Gerak nafasku . . .
ingin selalu dekat dengan-Mu

Kepingan dosa yang melekat
Kubasuh dilidah cintaku
yang mengucap doa
dari seorang hamba

Ku ingin menyapu halaman hatiku
Dengan kesetiaan rindu
Merindukan lirih
Mengisahkan air mata

Inilah muhasabah cintaku
Tegak dan yakin kan diri
Di depan pemilik puja dan puji
Kenyataan ku pasrahkan
Di Ujung Telunjukmu



Biarkanlah aku menamakanya ‪#‎cinta‬
meski engkau tak mau mengakuinya

mungkin engkau memanggilnya ‪#‎benih‬
tapi aku lebih suka menamakan cinta

sapamu tumbuh darinya
senyummu tumbuh darinya
biarlah jgn kau dustakan
walau hanya setitik biji ‪#‎zarrah‬, tetap saja namanya CINTA

Pahamilah, kisah cinta kita bukan ‪#‎dongeng‬ ataw peran yg harus disutradarai
ini bukan cerita :
SITI NURBAYA
QAIS DAN LAILA
ROMEO DAN JULIET
RAMA DAN SHINTA
dan bukan pula kisah
KABAYAN DAN ITEUNG

karna ini kisah kita
cerita kita dan kita sbagai perannya
‪#‎I_miss_you‬


Ahhhh, ,,,,
Jenuhkah aku akan keadaan ini
Terpaku hanya memandang
Media kosong

Akupun mulai menggoreskan penaku
Aku tak punya tanda ‪‎koma‬
untuk menghentikan rasaku
bagai kecepatan ‪‎kilat‬ cahaya
dia melaju bebas tiada terkendali

Entah apa sebabnya ‪gravitasimu‬ begitu kuat menariku
Hingga terjerembab kedalam pelukmu hingga bgtu hangat

Kemana kan kucari ‪‎tanda koma‬
Untuk kuletakan diujung hatiku
Agar arus ‪‎pesonamu‬
Tak menyeretku ke ladang rindu yg terhampar lebar

Mantra apa yg telah kau baca?
begitu telak menembus dadaku
Membuatku menyerah tanpa syarat
tunduk terikat karena kesabaranmu

Sungguh, tiada pernah kuduga
Sungguh, kau menaklukanku
Sungguh kukagumi pesonamu
Sungguh, aku tak punya tanda koma
Untuk menepis Isyarat Mata darimu.

Terima kasih dan semoga bermanfaat tentunya dapat anda gunakan maka akan semakin tambah bermanfaat,amiin.
Load disqus comments

0 komentar